Tugas 3

Perbedaan Psikoterapi dengan Konseling:

• Menurut Hansen: Perbedaan Pada Pendekatan pemberian bantuan
Konseling :
– Pemberian dorongan (supportive)
– Pemberian pemahaman secara reedukatif (insight-reedukative)
Psikoterapi :
– Pemberian pemahaman secara rekonstruksi (insght-recontructive)

• Menurut Schneiders, Vance dan Volsky, Hansen, Nugent: Perbedaan pada Intensitas Masalah
Konseling :
– Problem ringan: ketidakmatangan, ketidaksatabilan emosional
– Individu normal
– Peran dalam kehidupan
– Kecemasan normal dan krisis situasional dalam sehari-hari
Psikoterapi :
– Problem berat : konflik yang serius, gangguan perasaan
– Individu kurang normal Vance dan Volsky
– Konflik interpersonal yang mendalam

• Menurut Nelson-Jones, Black : Perbedaan Pada Cara penanganan:
Konseling :
– Lebih berorientasi pada klien, mementingkan hubungan dengan pendekatan humanistik
– Psikolog sebagai orang yang memberikan terapi.
Psikoterapi :
– Berorientasi pada terapi, menggunakan teknik yang spesifik dengan psikoanalisis/ behavioristik dan penanganan medis
– Psikiater sebagai orang yang memberikan terapi

Pendekatan terhadap mental illnes
Menurut J.P. Chaplin ada beberapa pendekatan psikoterapi terhadap mental illness. Terdiri dari :
1.Biological
Meliputi keadaan mental organik, penyakit afektif, psikosis dan penyalahgunaan zat. Menurut Dr. John Grey, Psikiater Amerika (1854) pendekatan ini lebih manusiawi. Pendapat yang berkembang waktu itu adalah penyakit mental disebabkan karena kurangnya insulin.
2. Psychological
Meliputi suatu peristiwa pencetus dan efeknya terhadap perfungsian yang buruk, sekuel pasca-traumatic, kesedihan yang tak terselesaikan, krisis perkembangan, gangguan pikiran dan respon emosional penuh stres yang ditimbulkan. Selain itu pendekatan ini juga meliputi pengaruh sosial, ketidakmampuan individu berinteraksi dengan lingkungan dan hambatan pertumbuhan sepanjang hidup individu.
3. Philosophic
Kepercayaan terhadap martabat dan harga diri seseorang dan kebebasan diri seseorang untuk menentukan nilai dan keinginannya. Dalam pendekatan ini dasar falsafahnya tetap ada, yakni menghagai sistem nilai yang dimiliki oleh klien, sehingga tidak ada istilah keharusan atau pemaksaan.

Bentuk Utama Terapi:

1. Terapi Supportive : Suatu bentuk terapi alternatif yang mempunyai tujuan untuk menolong pasien beradaptasi dengan baik terhadap suatu masalah yang dihadapi dan untuk mendapatkan suatu kenyamanan hidup terhadap gangguan psikisnya.
Psikoterapi Supportive atau supresif atau non spesifik. Tujuan psikoterapi jenis ini ialah:
• Menguatkan daya tahan mental yang dimilikinya
• Mengembangkan mekanisme daya tahan mental yang baru dan yang lebih baik untuk mempertahankan fungsi pengontrolan diri. ( Maramis, 2005)
• Meningkatkan kemampuan adaptasi lingkungan (Anonym , 2001)
• Mengevaluasi situasi kehidupan pasien saat ini, beserta kekuatan serta kelemahannya, untuk selanjutnya membantu pasien melakukan perubahan realistik apa saja yang memungkinkan untuk dapat berfungsi lebih baik (Tomb, 2004).
Cara-cara psikoterapi suportif antara lain sebagai berikut:
• Ventilasi atau kataris
• Persuasi atau bujukan (persuasion)
• Sugesti
• Penjaminan kembali ( reassurance)
• Bimbingan dan penyuluhan
• Terapi kerja
• Hipno-terapi dan narkoterapi
• Psikoterapi kelompok
• Terapi perilaku

2. Terapi Reeducative : Untuk mencapai pengertian tentang konflik-konflik yang letaknya lebih banyak di alam sadar, dengan usaha berencana untuk menyesuaikan diri.

3. Terapi Reconstuctive : Untuk mencapai pengertian tentang konflik-konflik yang letaknaya dialam tak sadar, dengan usaha untuk mendapatkan perubahan yang luas daripada struktur kepribadian dan pengluasan pertumbuhan kepribadian dengan pengembangan potensi penyesuaian diri yang baru.
Cara-cara psikoterapi rekonstruktif antara lain :
Psikoanalisa freud dan Psikoanalisa non freud psikoterapi yang berorientasi kepada psikoanalisa dengan cara : asosiasi bebas, analisis mimpi, hipoanalisa/sintesa, narkoterapi, terapi main, terapi kelompok analitik. 1. Beberapa jenis psikoterapi suportif semua dokter kiranya harus dapat melakukan psikoterapi suportif jenis katarsis, persuasi, sugesti, penjaminan kembali, bimbingan dan penyuluhan (konseling) kembali memodifikasi tujuan dan membangktikan serta memprgunakan potensi kreatif yang ada. Cara-cara psikoterapi reduktif antara lain :
– Terapi hubungan antar manusi (relationship therapy)
– Terapi sikap (attitude therapy)
– Terapi wawancara ( interview therapy)
– Analisa dan sinthesa yang distributif (terapi psikobiologik Adolf meyer)
– Konseling terapetik
– Terapi case work
Reconditioning
– Terapi kelompok yang reduktif
– Terapi somatic

Referensi :
http://putrijah.blogspot.com/2013/04/pengertian-psikoterapi.html (Diakses pada 17 Maret 2015, 13:20)
http://repastrepost.blogspot.com/2014/04/psikoterapi.html (Di akses pada 17 Maret 2015, 15:00)
http://yesimariati.blogspot.com/2013/04/bentuk-bentuk-utama-dalam-terapi.html (Diakses pada 17 Maret 2015, 15:29)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s